Kapal Pinisi Labuan Bajo: Sejarah, Bentuk, dan Biaya Sewanya

8 Mar 24

Pinisi adalah kapal asli Indonesia yang diakui oleh dunia sebagai warisan budaya tanah air. Kapal Pinisi Labuan bajo merupakan kapal tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan. Menurut sejarahnya, kapal ini dulu digunakan oleh masyarakat suku Bugis untuk mengarungi lautan Nusantara.

Kapal Pinisi memiliki bentuk yang sangat indah dan dan klasik. Tidak sedikit orang yang suka dengan bentuk dari kapal Pinisi. Maka dari itu, tidak heran jika saat ini popularitas kapal Pinisi sangat melonjak seiring dengan meningkatnya pariwisata di wilayah Labuan Bajo.

Kapal ini memiliki sejarah yang sangat panjang. Jika kamu penasaran dengan kapal Pinisi, mulai dari karakteristik bentuknya, sejarah namanya, hingga cara menyewa kapal Pinisi Labuan Bajo, maka berikut adalah ulasannya.

Bentuk Kapal Pinisi

Kapal Pinisi memiliki karakteristik yang sangat khas dan tidak dimiliki oleh kapal-kapal lainnya. Kapal ini terbuat dari kayu dan terdiri dari berbagai macam bagian yang penting. Sebetulnya, Pinisi bukanlah nama kapal, akan tetapi sebuah nama sistem layar yang digunakan di sebuah kapal.

Meskipun begitu, penggunaan nama kapal Pinisi masih masif digunakan untuk memudahkan orang untuk mengenal kapal tersebut. Kapal ini sangat mudah dikenali jika sedang berlayar di lautan. Hal itu karena kapal Pinisi Labuan Bajo memiliki ciri khas penggunaan 7-8 layar serta 2 tiang utama.

Disebut sekunar karena kedua layar kapal Pinisi itu diatur dengan menggunakan cara yang mirip dengan sekunar-keci. Layar yang digunakan oleh Kapal Pinisi adalah layar depan belakang yang berbaris di sepanjang garis tengah lambung kapal.

Sedangkan keci adalah sebutan yang dipakai karena tiang di buritan kapal memiliki bentuk yang lebih pendek ketimbang layar yang terdapat di haluan kapal.

Secara umum, ada dua jenis kapal yang menggunakan sistem layar pinisi. yaitu Palari dan Lamba. Palari bentuk lambung pinisi dengan lunas yang melengkung lebih kecil. Sementara Lamba atau lambo adalah jenis pinisi modern yang dilengkapi dengan motor diesel.

Sejarah Nama Kapal Pinisi

Telah disinggung di atas bahwa nama pinisi adalah nama yang diambil dari sebuah sistem layar kapal. Diketahui, kapal yang sudah menggunakan sistem layar pinisi sudah ada sejak tahun 1500-an. Saat itu, kapal ini digunakan oleh para pelaut, Konjo, Bugis, dan Mandar Sulsel untuk mengangkut barang.

Kemudian pada abad ke-19 para pelaut dari Sulawesi mulai menggabungkan layar-layar persegi panjang yang besar dari layar tunjaq berubah menjadi jenis layar depan dan belakang seperti halnya layar di yang ada di kapal Eropa. Perkembangan itu pun semakin mengubah bentuk kapal Pinisi secara perlahan.

Bahkan, sejak tahun 1930-an, kapal pinisi mulai mengadopsi jenis layar baru, yaitu layar nade yang berasal dari cutter dan sloop yang biasa dipakai oleh para pencari mutiara barat dan pedagang kecil di wilayah Indonesia Timur.

Kapal ini memiliki beberapa bagian penting yaitu 

  1. Anjong, sebagai segitiga penyeimbang yang berada di bagian depan kapal.
  2. Sombala, yaitu layar utama yang berukuran sangat besar.
  3. Tanpasera, layar kecil yang berbentuk segitiga dan ada di setiap tiang utama.
  4. Cocoro Pantara, adalah sebuah layar bantu depan.
  5. Cocoro Tangnga, yaitu layar bantu tengah.
  6. Terengke, yaitu layar bantu di belakang.

Cara Menyewa Kapal Pinisi

Sejarah yang panjang dan bentuk yang sangat indah membuat kapal Pinisi Labuan Bajo menjadi primadona bagi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Seiring dengan meningkatnya destinasi pariwisata di Labuan Bajo, kapal Pinisi juga ikut mendapatkan sorotan.

Bahkan, dalam perkembangannya di era modern, kapal Pinisi kini sudah tidak lagi menjalani fungsinya sebagai kapal perdagangan yang mengangkut barang dagangan dari jalur laut. Kapal Pinisi sudah berperan sebagaimana kapal pesiar dan digunakan sebagai daya tarik pariwisata Indonesia.

Maka dari itu, kapal Pinisi Labuan Bajo ini bisa dengan mudah disewa oleh para wisatawan yang ingin menggunakannya untuk berlayar ke tengah laut sambil menikmati sunset di Labuan Bajo.

Jika kamu ingin menyewa kapal Pinisi untuk menikmati liburan di Labuan bajo, tidak usah khawatir, kamu bisa menyewanya dengan mudah dengan cara menghubungi pihak penyewa kapal Pinisi Labuan Bajo. Ada banyak sekali penyewaan kapal Pinisi Labuan Bajo yang bisa kamu pilih.

Masing-masing penyewaan mempunyai list harganya sendiri-sendiri. Kamu bisa menentukan kapal mana yang hendak kamu sewa untuk mengelilingi Labuan Bajo dan sekitarnya. Kamu bisa bersantai di sana dan tidur dengan fasilitas yang sangat mewah di atas kapal.

Harga Sewa Kapal Phinisi

Tiap kapal yang disewa memiliki fasilitas yang berbeda-beda tergantung harga dan tingkat kemewahan kapal. Meski demikian, secara umum, kapal Pinisi Labuan Bajo yang disewakan kepada wisatawan sudah memiliki fasilitas yang nyaman seperti tour guide, makanan, kamar yang mewah dan kamar mandi.

Kapal Pinisi Labuan Bajo memiliki fasilitas berlevel mulai dari level luxury hingga deluxe. Adapun harga sewa yang perlu dibayar oleh wisatawan yang ingin naik kapal Pinisi dengan program berlayar beberapa hari adalah sekitar Rp40 juta hingga Rp90 jutaan.

Tips Sewa Kapal Pinisi Labuan Bajo

Jika kamu benar-benar ingin menyewa kapal Pinisi Labuan Bajo, kamu juga perlu membaca tips berikut ini agar dapat menikmati view yang indah di atas kapal dan tidak terganggu dengan apapun yang berpotensi mengurangi keseruan liburan kamu.

1. Sewa Kapal Pinisi Labuan Bajo dari Jauh Hari

Tips pertama, kamu perlu menyewa kapal ini jauh-jauh hari sebelum kedatangan. Hal ini dilakukan karena ada banyak sekali orang yang juga ingin menyewa kapal ini. Maka dari itu, rencanakan liburan dengan matang agar kamu bisa menikmati keindahan alam NTT dengan kapal legendaris Indonesia.

2. Bawa Barang Secukupnya

Selanjutnya, ketika sedang menikmati liburan di kapal Pinisi Labuan Bajo, bawalah barang yang perlu digunakan saja. Jangan bawa barang yang terlalu banyak yang justru akan menyulitkan. Setidaknya, barang penting yang perlu kamu bawa adalah pakaian hangat, kaus kaki, dan kacamata hitam.

3. Pilih saat Low Season

Terakhir, tips yang perlu kamu ketahui saat menyewa kapal Pinisi adalah pilih hari di mana bukan hari libur panjang. Pasalnya, ketika hari liburan, orang-orang akan banyak berdatangan dan membuat kapal Pinisi sulit untuk dipesan karena rebutan. Jika kamu punya waktu, pastikan kamu datang ke Labuan Bajo dan menyewa kapal Pinisi pada saat tidak banyak orang liburan.

Demikian adalah penjelasan tentang kapal Pinisi Labuan Bajo mulai dari sejarahnya, bentuk, cara menyewa, hingga tipsnya yang perlu kamu ketahui. Labuan Bajo adalah destinasi wisata Indonesia yang sangat indah. Maka dari itu, jangan sampai kamu melewatkan Labuan Bajo sebagai salah satu wishlist liburan kamu.

SHARE TO
Berpengalaman menulis di berbagai media online Indonesia. Mulai dari artikel populer, opini, hingga SEO. Aktif Menulis sejak tahun 2017 dan lulusan master di bidang Sejarah.
Subscribe to Our Newsletter
Subscribe to our Newsletter
Subscribe Form
crossmenuchevron-down