Mawatu Bersiap Dibuka, Tambah Pilihan Wisata Baru di Labuan Bajo

LABUAN BAJO, 29 September 2026 — Kawasan pariwisata terpadu tepi laut Mawatu yang berlokasi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, kini bersiap menyambut para pengunjung. Agenda Soft Opening kawasan ini dijadwalkan pada 16 Oktober 2026 mendatang. Kehadiran destinasi ini memberikan warna baru bagi pariwisata daerah serta melengkapi pilihan aktivitas wisata darat bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sebagai kawasan mixed-use commercial township modern di tepi pantai, proyek ini memadukan konsep pusat gaya hidup, ragam kuliner lokal dan internasional, area belanja, serta pusat hiburan terpadu. Kehadiran fasilitas ini tidak hanya memperkaya opsi rekreasi setelah wisatawan selesai melakukan ekspedisi bahari (island hopping), tetapi juga hadir menjadi ruang kumpul baru bagi warga lokal dan masyarakat luas.
Fasilitas Kuliner, Retail, dan Bioskop di Mawatu
Pada fase pembukaan awal ini, kawasan menyajikan daya tarik utama yang siap memanjakan setiap pengunjung. Salah satu fasilitas paling dinantikan adalah kehadiran jaringan bioskop Cinema XXI. Fasilitas ini menjadi sinema modern pertama di area tersebut, memberikan pengalaman menonton film berstandar internasional bagi masyarakat setempat maupun para wisatawan yang sedang berlibur.
Selain bioskop, tempat ini juga menghadirkan deretan tenant kuliner tepi laut yang variatif, kafe-kafe estetik dengan panorama alam, serta outlet retail gaya hidup pilihan. Setiap sudut lokasi dirancang dengan konsep arsitektur yang ramah pejalan kaki (pedestrian-friendly). Hal ini memungkinkan pengunjung untuk bersantai sambil menikmati keindahan pemandangan matahari terbit hingga terbenam dari tepi pantai Labuan Bajo.
Mendorong Durasi Tinggal Wisatawan di Flores
Direktur proyek, Jonathan, menjelaskan bahwa pembukaan kawasan secara bertahap ini merupakan komitmen jangka panjang dalam membangun ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan di Flores.
“Bagi kami, tanggal 16 Oktober mendatang adalah langkah awal penting untuk membangun sebuah destinasi yang dapat memberikan lebih banyak alasan bagi para wisatawan untuk memperpanjang durasi tinggal (length of stay) mereka. Mereka dapat mengeksplorasi potensi keindahan daratan Labuan Bajo secara lebih menyeluruh,” ujar Jonathan.
Melalui perpaduan pesona alam pesisir yang autentik, tata ruang modern, dan kelengkapan fasilitas rekreasi, pengembang optimistis dapat menggerakkan roda ekonomi kreatif lokal serta memberikan dampak positif yang signifikan bagi pertumbuhan industri pariwisata di Nusa Tenggara Timur. Read More