Lompat ke konten
What's On

Melihat Wujud Mimpi UMKM Lokal di Future Central City Labuan Bajo

22 October 2026|Redaksi Mawatu

Melihat Wujud Mimpi UMKM Lokal di Future Central City Labuan Bajo

LABUAN BAJO, 16 OKTOBER 2026 — Di tengah pesatnya pertumbuhan pariwisata Flores, kawasan komersial terintegrasi Mawatu Labuan Bajo resmi menggelar soft opening pada Jumat (16/10/2026). Hadir dengan pendekatan yang berbeda, kawasan ini tidak hanya membangun pusat bisnis modern, tetapi juga aktif menggandeng pelaku UMKM dan seniman lokal untuk tumbuh bersama. Langkah ini sejalan dengan visi besar kawasan untuk menjadi future city center atau pusat kota masa depan di destinasi pariwisata super prioritas tersebut.


Komitmen Menjaga Identitas Budaya Flores

Head of Business Mawatu Labuan Bajo, Jonathan Budiman, menegaskan bahwa pengembangan bisnis modern di kawasan ini tetap mempertahankan akar kebudayaan lokal.

"UMKM itu tentu saja sudah harus ada, karena kami tidak ingin mengembangkan bisnis tapi justru kehilangan identitas Flores. Bahkan secara internal di kawasan ini, mayoritas tim kami berasal dari Flores," ujar Jonathan. Ia menambahkan, ekonomi daerah berkembang cepat dari sektor pariwisata, namun sarana pendukung masih terbatas. Mawatu Labuan Bajo hadir memusatkan fasilitas finansial dan komersial dalam satu area terpadu. Dengan demikian, dampak ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Saat ini, kawasan telah diisi hampir 50 brand lokal dan nasional yang tersebar di area stan, ruko, serta shop house. Kategori usahanya mencakup kuliner, oleh-oleh, hingga produk gaya hidup. Manajemen juga menyediakan ruang temu dan wadah kolaborasi kreatif bagi masyarakat lokal.


Skema Kemitraan Ramah UMKM di Mawatu Labuan Bajo

Untuk mendukung pelaku usaha daerah, kawasan ini menawarkan skema kolaborasi sistem bagi hasil sebesar 15 persen untuk pengelola dan 85 persen untuk pelaku usaha (di luar PPN).
Skema ini disambut positif oleh Mateus Sakeus, akademisi dan seniman rupa yang berkarya sejak 2015. Melalui galeri lukisnya di area stan Mawatu Labuan Bajo, Mateus memajang karya berunsur budaya, sosial, dan alam Manggarai.


"Sebagai UMKM yang bertumbuh, skema ini solusi terbaik. Berkolaborasi di sini adalah mimpi lama saya," kata Mateus yang juga berencana menggelar sesi live painting bagi pengunjung.


Fasilitas Terpadu dan Bioskop Pertama di Flores

Sebagai kawasan terpadu, proyek ini dilengkapi berbagai fasilitas seperti dermaga kapal (jetty), akses pantai, hingga perhotelan. Selain itu, kawasan ini menghadirkan jaringan bioskop XXI yang menjadi bioskop pertama di Pulau Flores.
Melalui kombinasi fasilitas modern dan pemberdayaan komunitas lokal, Mawatu Labuan Bajo siap menjadi pusat aktivitas baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.